Penyintas banjir Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendesak agar segera dicairkan bantuan sosial (Bansos) dan jatah hidup (Jadub) untuk mereka. Pasalnya, meski telah menempati hunian sementara, penyintas banjir belum menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI itu. Yusri, penyintas banjir di Huntara Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat (20/2/2026) berharap Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar memenuhi janjinya saat peresmian hunian sementara itu. Saat itu disebutkan isi rumah dan lain sebagainya segera dilengkapi oleh Dinas Sosial Lhokseumawe. “Jika pun bantuan Kementerian Sosial belum cair, nanti Dinas Sosial Lhokseumawe menguasahakan bantuan, begitu kata Pak Wali saat itu. Sekarang belum ada bantuan apun kami terima,” terang Yusri. Hal yang sama disebutkan penyintas banjir lainnya Jamaliah Yusuf. Dia berharap, bantuan yang telah dijanjikan segera disalurkan. Apalagi selama bulan ramadhan sangat besar kebutuhan hidup, termasuk menyiapkan menu sahur dan berbuka. “Kedepan Idul Fitri, kalau disalurkan segera bantuan itu, sangat meringankan saat ramadhan dan Idul Fitri,” harap Jamaliah. Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Nurlina, dihubungi terpisah menyebutkan bantuan jatah hidup (Jadup) untuk 235 jiwa penyintas banjir Kota Lhokseumawe telah dikirimkan ke Kementerian Sosial RI. “Termasuk bantuan sosial berupa isi rumah Rp 3 juta per kepala keluarga dan pemulihan ekomoni Rp 5 juta per kepala keluarga. Kita tunggu saja kapan ditransfer oleh Kemensos. Harap masyarakat bersabar,” pungkasnya. Sekadar diketahui, hanya 67 unit hunian sementara untuk penyintas banjir di Kota Lhokseumawe. Jumlah itu tersebar 55 unit di Desa Blang Naleung Mameh, 10 unit di Desa Jambo Timu, dan satu unit di masing-masing Desa Ulee Jalan serta Desa Uteun Kot. Jumlah pengungsi korban banjir paling sedikit dibanding kabupaten/kota lainnya di Aceh.
