Potret Pilu Perjuangan Guru dan Murid dalam Pusaran Bencana di Aceh Empat bulan lebih pascabencana, Aceh belum baik-baik saja. Akses transportasi masih serba darurat, menyebabkan mobilitas warga tersendat. Tak terkecuali aktifitas para guru dan siswa yang hendak bersekolah. Di Sawang Aceh Utara, seorang guru dan siswanya rela bertaruh nyawa melewati arus sungai yang deras. Dibantu oleh warga, ia menyebrangi krueng sawang menggunakan ban dalam bekas. Langkah mereka pelan, penuh cemas. Takut akan bahaya dan petaka yang mengancam keselamatan. Nun-jauh di dataran tinggi Gayo, rombongan guru SDN 13 Seneren, Pantan Cuaca, Gayo Lues memanfaatkan sebilah kayu yang licin untuk menyebrang. Supaya tiba di sekolah. Sementara itu, Pak Kurnia, guru SMP Negeri 32 Takengon bersusah payah melewati medan berat dengan motor matic miliknya. Demi bisa mengajar, mencerdaskan anak bangsa. "Demi mencerdaskan anak bangsa, apapun jalannya, apapun rintangannya tetap kita lewati," ucapnya penuh semangat. Ini bukan video sehari atau sebuan pascabencana. Rekaman ini merupakan potret pilu setelah 4 bulan lebih tanah ini diterjang banjir bandang. Tiga rekaman, di tiga lokasi berbeda merupakan secuil bukti bahwa Aceh belum baik-baik saja; boro-boro pulij 100%. Setiap hari, seluruh masyarakat penyintas bencana harus menjalani keseharian penuh kepedihan. Sampai kapan kondisi pilu ini aka terus dijalani warga? #BencanaAceh #Aceh #PendidikanAceh #BanjirAceh #Eksotisaceh
